Sepucuk bunga itu tak pernah jelas bentuknya,,
Terkadang dia mekar lebar,,
Dan terkadang seketika saja bisa kuncup dan layu,,
Walaupun disiram dan dipupuk, dia tak kuncung mekar,,
Sampai waktu yang lama, bunga itu layu dan hampir mati,,
Kini bunga itu mulai mekar lagi,,
Tapi tak dengan pupuk yang sama, dengan pupuk yang berbeda,,
Dengan air yang juga jauh lebih jernih dan bersih,,
Tapi bunga itu sedikit bersedih,,
Dia ingin pupuknya yang lama,,
Dia merindukannya,,
Padahal pupuk lama itu masih bersamanya,,
Menemaninya dan memberi nutrisi hidupnya,,
Tapi pupuk lama itu tak pernah menganggap bunga itu ada,,
Dan bunga itu juga mungkin tak melihatnya,,
Bunga itu takut pupuk lama kecewa,,
Sehingga pupuk itu dibiarkan tetap bersamanya,,
Walaupun yang sebenarnya bunga itu telah memilih pupuk yang baru yang jauh lebih bernutrisi,,
Tapi dia tetap mempertahankan pupuk lamanya,,
Hanya sekedar untuk menjaganya dari sang kecewa,,
Tapi bunga itu tidak tahan dengan situasi seperti itu,,
Dia memutuskan untuk mengusir pupuk lama dari sampingnya,,
Walaupun sebenarnya dia merasa sangat sakit dan sedih melihat tangisan si pupuk lama,,
Tapi itulah yang harus dihadapi si pupuk lama,,
Di saat dia tak bisa menutrisi si bunga, datang pupuk baru yang siap menutrisi dan menemani hidup si bunga,,
Yang selalu mengakui keberadaannya,,
Dan selalu ada disaat dia mulai layu dan butuh nutrisi tambahan,,
Pupuk lama hanya bisa menangis, bersedih menyesalinya,,
Entah sampai kapan dia akan seperti itu,,
Mungkin hingga air matanya kering,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar